Selasa, 06 Desember 2016

Kue Khas Natal di Eropa

Buche de Noel Kue Khas Natal di Eropa


Kue merupakan hal seru lainnya yang bisa kita temukan pada Hari Natal. Di Eropa sana, perayaan Hari Natal sangat meriah. Semua serba Natal! Iya, baik dari dekorasi interior, kostum, aksesoris hingga hidangan makanan, semua ‘sengaja’ berbau Natal. Kira-kira ada apa aja sih hidangan special Natal? Berikut kue khas Natal di Eropa :

1. Speculaas, biscuit untuk Sinterklas

speculaas BUMI Baking Center
Photo: marthastewart.com

Sesuai dengan judul, biscuit ini awalnya dibuat untuk memperingati Hari Raya St. Nicholas (Sinterklas) di Belanda setiap tanggal 5 dan 6 Desember. Dengan menggunakan cetakan dari kayu, speculaas dibuat dalam bentuk karakter-karakter dalam kisah St. Nicholas atau Sinterklas. Bahan baku dalam pembuatan biscuit ini juga menggunakan campuran berbagai rempah-rempah seperti kayu manis, cengkeh, jahe, pala, kapulaga, dan lada. Walaupun demikian, kue ini di negara asalnya, Belgia, malah sama sekali tidak mengandung campuran rempah apapun

2. Oliebollen si donat Belanda

Oliebollen BUMI Baking Center
Photo: thekiwicook.com

Oliebolen merupakan makanan khas Belanda dan Belgia, namun di Belgia dikenal dengan nama smoutenbollen. Kue ini adalah salah satu kue khas Natal yang dijuluki donat Belanda, variasi kue ini memiliki ‘isian’ yang berbeda-beda, diantaranya kismis (baik kismis Sultana maupun Currants), serta irisan apel, irisan kulit lemon atau kulit citrus.

3. Stollen, kue ‘terowongan’ dari Jerman

Stollen BUMI Baking Center
Photo: Buzzfeed.com

Stollen atau Christollen ini adalah kue khas Natal di Jerman. Stolle berarti terowongan, merupakan istilah yang biasa dipakai oleh para pekerja tambang. Sesuai dengan namanya, kue Christollen dibentuk seperti terowongan. Kue khas Natal yang satu ini terbuat dari mentega, susu, gula, telur, kacang almond, dengan berbagai kepingan kecil buah-buahan kering dan kismis didalam, dengan taburan gula halus atau gula icing pada permukaannya.

4. Jan Hagel, kue kering ala Belanda

Jan Hagel Kue Khas Natal
Photo: boisdejasmin.com

Istilah kue kering sepertinya sudah cukup familiar ya, untuk kita warga Indonesia? Apalagi di setiap Hari Raya seperti Natal maupun Lebaran, seolah serentak ‘berburu’ kue kering. Hehe.. Tapi untuk kue yang ini, Jan hagel (baca: Yahn hagel) adalah kue kering khas Natal di Belanda dengan ciri khas terdapat taburan kenari yang diiris memanjang di atas kue. Jahn hagel memiliki bentuk persegi, persegi panjang, atau jajargenjang yang cocok dinikmati bersama ice cream, mousse, bahkan secangkir kopi.

5. Buche de Noel ‘bolu gulung’ nya Prancis

Buche de Noel Kue khas Natal
Photo: bhg.com

Ngomongin soal Negara Prancis, siapa sih yang nggak ngiler dengan kuliner ‘dapur pastry’ ala Prancis? Hehe. Buche de Noel atau Yule Log ini salah satu dessert tradisional dari Negara Prancis yang disajikan di setiap Natal lho. Selain lezat, kue Buche de Noel juga memiliki bentuk yang unik yaitu mirip batang pohon. Konon, sejak abad ke-12 Buche de noel sudah ada di Prancis yang menggambarkan kebiasaan menebang pohon Yule oleh masyarakat setempat. Kue ini terbuat dari roll cake (bolu gulung) dan selai buah yang bagian luarnya berlapis buttercream berwarna coklat untuk membentuk serat-serat kayu sedangkan daunnya dari marzipan.

6. Panettone ‘si manis’ dari Italia

Panettone Kue khas Natal
Photo: marthastewart.com
Kamu suka roti manis? Berarti kue ini ‘boleh’ di coba menjadi alternative untuk hidangan Natalmu. Panettone adalah roti manis dari Milan, Italia yang biasa dihidangkan dengan wine atau kopi pada perayaan Natal dan tahun baru, bahkan juga kerap dinikmati bersama sesendok keju mascarpone. Panettono pertama kali dibuat pada abad ke-18 yang berasal dari kata pane di tono berarti “kue mewah” dengan bentuk seperti kubah, tinggi sekitar 30cm. Kue ini dibuat menggunakan mentega, telur, susu, kismis, kulit jeruk yang diparut, dan kacang-kacangan.

7. Krumkake ‘wafel’ Norwegia

Kraumkake Kue Khas Natal di Eropa
Photo: stylishcuisine.com
Kalau pernah makan cone es krim, kamu pasti akan tau gambaran wafel ala Norwegia ini seperti apa. Karena, bentuk Krumkake atau Krum Kaka ini mirip dengan cone es krim yang diisi dengan whipped cream yang dicampur buah berry. Proses pembentukan Krumkake ini dicetak menggunakan krumkake iron lalu digulung dengan rolling pin berbentuk kerucut. Krumkake salah satu kue khas Natal dari Norwegia memiliki arti ‘kue lipat atau lengkung’. Kue ini termasuk jenis kue kering wafel yang dibuat dari tepung, mentega, gula, dan krim.

8. Gingerbread cookies, kue jahe yang ‘menghangatkan’

Gingerbread Kue Khas Natal di Eropa
Photo: thecomfortofcooking.com

Kalau di Negara Indonesia ini ada musim salju, mungkin saja Gingerbread bakal jadi kukis favorit. Kenapa tidak? Gingerbread kan terbuat dari bahan jahe, sehingga bisa jadi penghangat tubuh kita dikala musim dingin melanda.  Kue Gingerbread muncul saat para pelaut di Eropa membawa jahe hasil penjelajahan dari Asia dan Timur Tengah, yakni pada abad ke-11. Namun ketika akhir abad ke-11 tersebut, pembuat kue jahe sudah tersebar di seluruh Eropa dengan bentuk seperti anak kecil tersenyum. Lalu pada abad ke-16, kue jahe yang berbentuk rumah-rumahan mulai dikenal di Negara Jerman. Hingga kini, Gingerbread masih menjadi tradisi sebagai kue khas Natal. Kue jahe ini memiliki citarasa manis dan dengan aroma jahe yang khas. Dalam pembuatan Gingerbread, selain jahe juga menggunakan gula, palem, madu, kayu manis, cengkih, dan kapulaga.
(sumber : http://bumibakingcenter.com/blog/2015/12/07/kue-khas-natal-dari-eropa/)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar